Brand
Louis Vuitton merupakan salah satu brand kelas atas yang digadang-gadangkan
dapat mengalahkan Brand Gucci dan Hermes – dua buah brand yang sebetulnya tak asing bagi
pecinta fashion maupun masyarakat umum-.
Brand
Louis Vuitton kini berada di bawah naungan LVMH yang menjadikan Emma Stone
sebagai brand ambassadornya ini merupakan perusahaan distributor mulinasional. Brand
ini dibentuk oleh seorang perancang berkebangsaan Prancis bernama Louis
Vuitton, yang terkenal melalui barang-barang berbahan kulit. Beliau lahir 4
Agustus 1821 di Anchay dan meninggal 27 februari di Asnieres-sur-seine-prancis
saat berumur 70 tahun.
Vuitton
memulai kariernya sebagai pembuat koper di usia 16 tahun dengan bekerja pada
sebuah perusahaan pembuat koper milik Monsieur Marechal. Pada tahun 1854,
diusia 33 tahun Vuitton mengundurkan diri dan membuka toko sendiri dengan
menggunakan namanya sebagai brand.
Vuitton
mulai memproduksi barang-barang mewah di tahun 1854 dan kini perusahaannya telah
berusia 163 tahun (2017). Dan baru memasarkannya secara luas di tahun 1892
-sebelumnya Vuitton hanya memproduksi secara eksklusif-.
Beberapa
karya yang terkenal diantara para pecinta dan pemburu fashion adalah Tas
Vuitton dan leathergoods yang
merupakan maha karya yang sangat berkesan bagi para pecinta fashion dari dulu hingga kini. Bahkan,
Vuitton pernah ditunjuk sebagai pembuat koper pribadi Permaisuri Eugenie de
Montijo setelah Napoleon III menguasai kekaisaran Prancis.
Semenjak
saat itu karya Vuitton digunakan oleh beberapa anggota kerajaan dan orang-orang
elite. Vuitton pun pernah meraih penghargaan kerajaan ditahun 1867 dan 1889
berupa medali perak dan emas. Dan kini, Louis Vuitton tetap konsisten menjadi
simbol kemewahan. Dengan kuantitas yang terbatas, koleksi dari brand ini hanya
dapat dimiliki oleh orang-orang tertentu. Brand ini pun terkenal akan
kualitasnya sangat baik, produk handmade, kuat dan motif yang menarik. Pantas
bila banyak dijadikan acuan oleh para pencinta mode maupun perusahaan sejenis. Terbukti
saat pelantikan Presiden Prancis, istrinya bernama Brigitte Trogneux memilih
tampil elegan dengan balutan busana Louis Vuitton.
Brand
Louis Vuitton terkenal dengan motif monogram sejak tahun 1896 sebagi identitas
dan langkah untuk menghindari plagiatisme. Namun, motif ini kini telah banyak
dipakai oleh brand-brand fashion lainnya. Pada tahun 1914, perusahaan ini
membuka toko koper terbesar di dunia kala itu di Champs-Elyeess, Paris. Selain
itu, anak laki-laki dari Louis Vuitton, George Vuitton adalah penemu tumbler
lock – Sebuah kunci yang kini sering kita jumpai dan mungkin anda pakai-
Seperti
yang sudah dikatakan sebelumnya Brand Louis Voitton merupakan brand yang sedang
berkembang pesat di tahun 2017. Seperti yang dilansir oleh perusahaan
Interbrand -perusahaan konsultan merk dagang amerika serikat- menjatuhkan
pilihannya pada Brand Louis Vuitton sebagai brand fashion paling bernilai tahun
2017. Dan brand ini masuk dalam daftar Best Global Brands 2017 diurutan 19,
yang menjadikannya sebagai brand fashion paling berpengaruh di dunia. Ini
menunjukan keuggulan Louis Voitton dibandingkan dengan Hermes dan Gucci di
urutan 32 dan 51.
Keberhasilannya
itu tak lepas oleh orang-orang yang bekerja dibalik nama brand Louis Voitton
salah satunya direktur kreatif rumah mode tersebut yaitu Nicolas Ghesquiere. Ghesquire
merupakan mantan desainer Balenciaga. Nicolas Ghesquire merupakan desainer
kelahiran perancis, Comines, Nord-Pas de Calais, 9 Mei 1971.
Ibunya
merupakan orang yang berperan penting dalam mengenalkan dunia mode padanya.
Karya koleksinya banyak terinspirasi dari dunia olahraga seperti menunggang
kuda, anggar, dan renang yang merupakan olahraga yang sudah ia tekuni sejak
remaja. Ghesquire mengawali kariernya sebagai asistem designer Jean-Paul
Gaultier selama 2 tahun sejak 1990 hingga 1992. Nicolas Ghesquiere akhirnya
menjadi direktur rumah mode Louis Voitton dengan menggantikan posisi direktur
sebelumnya.
Nah,
Marc Jacobs, salah satu desainer yang sedang hangat dibicarakanpun pernah
menjabat di posisi tersebut tahun 1997 (tahun kelahiran aku tuh ^-^) sampai dengan
2014. Yang posisinya sekarang digantikan oleh Nicolas Ghesquiere ditahun 2014
hingga kini.
Mewahnya
brand Louis Voitton pun tak hanya menjadi milik negeri asalnya Prancis, sebab Louis
Voitton telah membuka rumah modenya di 50 negara termasuk Indonesia. Tak hanya
mendirikan di Indonesia, rupanya seniman asal Yogyakarta Eko Nugroho pun pernah
bekerja sama dalam mendesain syal untuk brand ternama tersebut. Syal tersebut
bertajuk Republic Tropis yang dijual dengan harga US$1000/helai. Awalnya desain
tersebut merupakan sebuah lukisan yang akhirnya dicetak dalam bentuk syal dan
hanya dibuat sebanyak 500 item. Karya Eko Nugroho dianggap mewakili budaya Asia
yang memiliki multikultur dengan banyak warna yang memiliki sentuhan
penyederhanaan Borobudur dan gunung.
Louis Vuitton merupakan salah brand yang bisa direkomendasikan bagi kalian yang emang fashionista atau orang-orang yang berburu Fashion untuk barang investasi. Sebagai tambahan, dari apa yang aku pelajari mereka yang sukses tak mendapatkannya dengan mudah.Louis Vuitton bekerja sejak usia 16 tahun, Nicolas Ghesquiere bekerja sejak usia 19 tahun, dan Marc Jacob bekerja sejak usia 15 tahun. Mereka menekuni passion mereka dalam waktu yang lama, fokus, bahkan usia brand Louis Vuitton butuh 163 tahun untuk sampai di titik ini.
Kutipan sebagai pelengkap artikel ^-^ :
“Style is a way to say who you are without having to speak.” -Rachel Zoe-
Penulis : Esa Rahmayanti Al-Rasyid
Penulis : Esa Rahmayanti Al-Rasyid
Meski begitu jangan maksain kantong kalian yah readers… Natural is Beauty!


Comments
Post a Comment