"Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak hal yang akan
kamu ketahui. Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak tempat yang akan kamu
kunjungi.”
—Dr. Seuss
Jepang
merupakan salah-satu negara maju yang patut diperhitungkan di dunia terutama Asia.
Hal ini tidak tiba-tiba muncul dari langit, melainkan lahir dari proses panjang
yang dijalani masyarakatnya. Salah satunya adalah budaya membaca di Jepang. Hampir 99 % rakyat Jepang
yang berusia 15 tahun ke atas, melek huruf (aksara).
Menurut
riset UNESCO, dalam setahun rata-rata masyarakat Eropa atau Amerika khususnya
anak-anak, bisa membaca hingga 25-27% buku. Selain itu, negara Asia seperti
Jepang minat bacanya mencapai 15-18% buku per tahun. Sementara di Indonesia
jumlahnya hanya mencapai 0,01% per tahun. Artinya dari 1.000 penduduk hanya 1
orang yang serius membaca. Cukup memprihatinkan ya!
Sedangkan,
menurut World's Most Literate Nations, yang disusun oleh Central Connecticut
State University pada tahun 2016, peringkat literasi kita berada di posisi
kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti! Indonesia hanya lebih baik dari
Bostwana, negara di kawasan selatan Afrika. Fakta ini didasarkan pada studi
deskriptif dengan menguji 5 aspek, yaitu: perpustakaan, koran, input sistem
pendidikan, output sistem pendidikan, dan ketersediaan komputer.
Anak-anak
di Indonesia masih lebih memilih menonton tv berjam-jam dibandingkan membaca
buku. Terlihat dari survei 3 tahunan Badan Pusat Statistik, mencatat bahwa
tingkat minat baca anak-anak Indonesia hanya 17,66 %, sementara minat menonton
mencapai 91,67 %. Ini sih, tidak sampai 1/4nya.
Budaya
literasi di Jepang mulai gencar sejak jaman Restorasi Meiji di bawah kekaisaran
Meiji tahun 1868, dimana pemerintah wilayah Jepang berusaha menerapkan budaya
membaca pada masyarakatnya, guna memperbesar wawasan dan melatih ketajaman otak
mereka. Saking gemarnya masyarakat membaca, profesi penerjemah buku asing ke
bahasa Jepang sangat banyak di negara ini.
Dan budaya literasi itu terus dilestarikan
secara turun-temurun hingga kini. Dapat dilihat dari 5 fenomena yang terjadi di
Jepang:
1
📕📕Tachiyomi - Tachiyomi merupakan kegiatan membaca gratis di toko
buku sambil berdiri -aku juga suka hihi-. Tachiyomi terdiri dari 2 kata yaitu tachimasu
yang berarti berdiri dan yomimasu yang berarti membaca, yang jika
digabungkan menjadi Tachiyomi atau membaca sambil berdiri.
Di jepang, para pemilik toko buku justru dengan sengaja
memajang beberapa buku yang telah terbuka plastik/segelnya agar pengunjung
dapat membaca. Mereka tak berpikir bahwa kegiatan itu akan membuat mereka rugi.
Justru sebaliknya, mereka berpikir jika pengunjung membaca sebuah buku dengan
gratis hari ini, maka kelak pengunjung akan memiliki minat untuk membeli lebih
banyak buku lainnya.
Selain itu, hal ini juga tak hanya menguntungkan bagi
para pembaca buku gratis ini saja. Namun juga bagi pemilik toko yang mendapat
promo gratis. Manusia cenderung mudah tertarik bila melihat sebuah kerumunan
atau keramaian. Semakin banyak orang yang membaca di toko buku tersebut maka
orang-orang yang tak sengaja lewatpun akan ikut tertarik. Sehingga, peluang
terjualnya buku pun akan semakin banyak.
📗📗Ruang Publik Baca – Apa nih yang kalian sering lakukan di sela-sela
waktu luang saat berada di tempat atau transportasi umum? Di Jepang, masyarakat
dengan sengaja menyiapkan buku mereka untuk menghilangkan kebosanan saat memiliki
waktu luang. Mereka menganggap membaca bukanlah beban, tapi keharusan yang sudah
menjadi hobi yang tentu saja menguntungkan. Bagi mereka membaca buku dari
lembaran kertas memiliki sensasi tersendiri dibandingkan membaca lewat
smartphone atau e-book. Tidak heran bila saat kalian berkunjung ke Jepang
orang-orang terlihat membawa dan menggenggam buku mereka ketimbang ponsel. Bahkan,
tak jarang pemerintah atau swasta menyediakan ruang publik untuk kenyamanan warganya
membaca.
📘📘Kegiatan 10 Menit
Membaca Setiap Hari - Diberlakukan
sejak SD dengan reward dan punishment. Hal ini biasa diterapkan
di hampir seluruh sekolah di Jepang. Dan kebijakan ini telah terjadi sekitar 32
tahun yang lalu, atau sekitar tahun 1986. Pembiasaan yang dilakukan dari
tingkat sekolah dasar ini dinilai cukup efektif, karena dilakukan pada
anak-anak sejak usia dini.
Di Jepang jam masuk dimulai pada pukul 07.00 waktu
setempat tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Namun, gerbang sekolah mulai
ditutup 15 menit sebelumnya. Pada jam inilah biasanya peraturan tersebut
dilaksanakan. Para siswa dan siswi akan memilih sendiri buku yang hendak mereka
baca dari perpustakaan dan membaca sekitar 10 menit sebelum pelajaran formal dimulai.
📙📙Sekiguchi, Acara Untuk
Para Penggemar Buku – Ini adalah
salah satu acara yang bisa dibilang sebagai penumbuh kecintaan masyarakat
jepang pada buku. Acara ini akan memberikan berbagai referensi buku untuk
orang-orang yang tak bisa menghabiskan waktu belama-lama di toko buku.
Sekiguchi ini mirip dengan tanyangan iklan shopping yang
sering muncul. Atau bisa juga disebut sebagai toko buku yang muncul di Tv.
Penontonnya dapat memesan langsung dengan menghubungi nomor yang tertera di layar
televisi ataupun lewat internet.
Selain itu, tak hanya di daerah perkotaan, di daerah
pedesaanpun kita tak akan sulit menemukan perpustakaan. Perpustakaan ini biasa
dikelola oleh pemerintah. Ibaratnya kalau di Indonesia, setiap kecamatan pasti
ada perpusatakaan yang bisa di akses dengan mudah oleh masyarakatnya.
Senang membaca itu tak ada ruginya! Takut di bilang
kutu buku? Justru orang-orang sukses di dunia ini adalah kutu buku terakut. Sekarang
berapa banyak buku yang udah kamu baca?
"Harta karun
di dalam sebuah buku lebih banyak daripada hasil rampasan di seluruh kapal bajak
laut Pulau Harta."
- Walt Disney
- Walt Disney
"Seorang
penggemar buku biasanya adalah orang yang berpikiran mulia dan memiliki
pendapat yang terhormat." -Christopher
Dawson
"Jangan
bergabung dengan para pembakar buku. Jangan takut untuk pergi ke perpustakaan dan
membaca buku apa pun." -Dwight D.
Eisenhower
"Siapapun
yang terhibur dengan buku-buku, kebahagiaan tak akan sirna dari dirinya."
-Ali bin Abi Thalib
-Ali bin Abi Thalib
Penulis: Esa Rahmayanti Al-Rasyid




mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
ReplyDeleteBONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.