Relief Rasa: Coklat Ternyata Punya Manfaat Melindungi Kita dari Sinar UV


Halo Sahabat PeMa, kemarin aku udah bahas tentang Es Krim, Sensasi Jadi Bangsawan dengan 1 kudapan. Sekarang aku bakal bahas sesuatu yang juga keren abis, enak banget, dan banyak banget yang suka, dan sulit banget buat kalian nahan godaan di depan karya Allah SWT yang satu ini. Coklat.

Yups, siapa sangka dengan mengkonsumsi coklat bukan hanya bermanfaat sebagai pereda stres, namun juga bisa sebagai penangkal sinar UV.

Supaya kalian enggak bingung apa itu sinar UV dan kenapa kita butuh penangkalnya, aku bakal bahas secara ringkas aja nih, ya.

Apa itu Sinar UV?

Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar elektromagnetis yang bersumber dari sinar matahari yang terdiri dari UVA, UVB, dan UVC. Masing-masing dari sinar UV ini memiliki efek negative yang dapat membahayakan kulit dan tubuh jika terpapar terlalu lama.

Bagi kaum pencinta skin care pasti udah tahu banget, bahwa sinar UV merupakan musuh terberat bagi kulit, dari mulai sunburn, perubahan pigmen kulit, kulit tampak lebih tua dan kusam, bahkan hingga kanker kulit dan masih banyak lagi.

Tak hanya bahaya bagi kulit aja lho, sinar UV juga bahaya untuk kesehatan mata, yang bedampak buruk bagi penglihatan kita, khususnya pada bagian kornea dan lensa.

Seperti judul di atas nih, aku bakal bahas salah satu trik atau tips untuk membantu kita terhindar dari bahaya sinar UV, dengan mengandalkan coklat.

Mengenal Coklat

Nah, Coklat sendiri merupakan hasil olahan berupa makanan atau minuman dari biji kakao. Konon coklat pertama kali dikonsusmi sebagai minuman oleh penduduk Mesoamerika kuno.

Meskipun saat mendengar kata coklat, kita sering mengingat rasa manis. Namun, sebenarnya biji kakao memiliki rasa yang pahit. Salah satu olahan biji kakao yang mengandung persentase lebih tinggi dibanding olahan coklat lainnya, ialah Dark Chocolate atau Coklat Hitam.

Coklat hitam memiliki konsentrasi antioksidan polifenol, flavanol, dan katekin yang lebih tinggi, yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas, penyebab penyakit, dan penuaan dini.

Tubuh yang terpapar dari radikal bebas dapat berasal dari radiasi sinar UV, radiasi ozon, asap rokok, asap kendaraan, polusi udara, bahan kimia, dsg.

Persentase coklat dalam dark chocolate sendiri sebenarnya berbeda-beda tergantung kebijakan negara maupun perusahaan. Jadi, kalau kalian mau mendapat persentase yang sesuai, biasakan membaca kemasannya terlebih dahulu, ya!

Coklat sendiri udah banyak banget varian dan cara pengolahannya, jadi kalian enggak usah khawatir bakalan bosen (walaupun aku enggak yakin kalian bakalan bosen sama coklat). Salah satu yang sempet booming adalah Lava Cake. Hmm…

Coklat VS Sinar UV

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan London dari Journal of Cosmetic Dermatology bahwa dengan mengkonsumsi 20gram coklat hitam selama 12 minggu (3 bulan) dapat membuat kulit kita tahan 2 kali lebih lama dari bahaya berada di bawah sinar matahari dibanding dengan mereka yang tidak mengkonsumsi coklat. Pernyataan ini dikutip Health (Selasa, 15-11-2015).
            
         Hal itu disebabkan oleh kandungan Flavanoid pada coklat yang tinggi, flavanoid berperan sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan ketebalan kulit, hidrasi, dan mikrosirkulasi (Sirkulasi darah ke pembuluh darah ke pembuluh darah terkecil), meningkatkan kekenyalan dan kelembapan kulit, sehinggga meningkatkan penampilan pada kulit.
           
        Dengan mengkonsumsi coklat hitam atau bubuk kakao (yang memiliki konsentrasi antioksidan lebih tinggi) secara rutin dapat menurunkan 85% resiko terpapar matahari. Artinya, kita hanya memiliki 15% resiko, yang tentu dapat diredam kembali dengan penggunaan pakaian yang tertutup ataupun tabir surya.

            Stres oksidatif adalah musuh terbesar kulit akibat terpapar sinar UV, bahan kimia, dan polusi lingkungan yang menyebabkan pelepasan radikal bebas. Untuk yang belum tahu stress oksidatif itu ada, stress oksidatif adalah kondisi dimana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh, sehingga sulit untuk dinetralkan.

            Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas (pro-oksidan) dan antioksidan dalam tubuh. Untuk itulah, mengkonsumsi coklat secara rutin dapat membantu mengatasi stres oksidatif, terutama yang disebabkan oleh faktor terpapar sinar UV.

            Tips:

1. Pilihlah coklat hitam yang mengandung sedikit lemak, ini berfungsi untuk memaksimalkan senyawa anti-kanker dan anti-penuaan.
2. Kurangi konsumsi coklat olahan yang mengandung banyak gula. Gula olahan malah akan memperburuk kondisi kulitmu seperti memperburuk kondisi jerawat, peradangan, diabetes bahkan penyakit jantung.
3. Usahakan pilih coklat dengan 70% kakao untuk hasil yang maksimal bagi tubuh dan kulit.

Karena itu, enggak ada salahnya dong mengkonsumsi coklat hitam setiap hari. Untuk yang khawatir kegemukan, tenang justru coklat hitam juga dapat membantu proses diet kalian. 1 kali dayung 2 – 3 pulau terlampaui. ^_^ Have a nice day, PeMa!

Sumber Gambar      : Pixabay.com
Writter                       : Esa Rahmayanti Al-Rasyid




Comments

  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    ReplyDelete

Post a Comment